Rabu, 14 November 2012

Pornografi lebih berbahaya dari narkoba

Sebagaimana dirilis banyak situs internet dan dari berbagai sumber yang beragam antara lain seperti Dr Mark B. Kastlemaan, Kepala Edukasi & Training Officer for Candeo USA bahwa pada titik-titik tertentu, kecanduan pornografi ternyata bisa lebih berbahaya daripada narkoba : Pengaruh kokain bisa dilenyapkan, sedangkan materi pornografi tidak Berdasarkan pemotretan melalui positron emission tomography (PET), terlihat jelas bahwa seseorang yang tengah menikmati gambar porno mengalami proses kimia dalam otak sama dengan orang yang tengah menghisap kokain. Tampak akut pornografi ternyata lebih jahat ketimbang kokain. Karena pengaruh kokain dalam tubuh bisa dilenyapkan (dengan detoksifikasi). Adapun materi pornografi, sekali terekam dalam otak, image porno itu akan mendekam dalam otak selamanya. Pornografi dapat merusak syarat otak lebih banyak dibandingkan narkoba Jika narkoba menyebabkan 3 syaraf otak rusak, maka pornografi menyebabkan 5 syaraf otak yang rusak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Kerusakan bagian otak ini akan membuat orang tidak bisa membuat perencanaan, tidak bisa mengendalikan emosi, tidak bisa mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Pecandu pornografi lebih sulit dideteksi daripada pecandu narkoba Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu pornografi bisa memenuhinya dengan lebih mudah, kapanpun dan dimanapun, bahkan melalui handphone. Kecanduan ini tidak tampak sehingga lebih lebih sulit dideteksi, lambat laun menimbulkan kerusakan otak yang permanen melebihi kecanduan narkoba, dan pengobatannya pun lebih sulit. Pornografi berpotensi menurunkan kecerdasan Sebanyak 70 persen informasi masuk melalui mata. Ketika seseorang melihat sesuatu yang berbau porno, maka akan terjadi rangsangan yang langsung masuk ke otak belakang tanpa tersaring, yang mengakibatkan otak mengeluarkan cairan atau zat neurotransmiter yang disebut Delta-FosB. Zat itulah yang membuat nafsu atau libido seseorang meningkat. Semakin banyak materi pornografi yang masuk ke otak bagian belakang, maka bagian otak lainnya menjadi kurang aktif, terutama otak bagian depan. Padahal yang mempengaruhi kecerdasan seseorang adalah ketebalan korteks yang ada di bagian otak depan. Singkatnya, semakin minim kemampuan orang menyaring materi pornografi ini, semakin rentanlah mengalami penurunan kemampuan kognitif dan kecerdasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar